Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MAHASISWA KKN UIN WALISONGO SEMARANG IKUT SERTA SULAP BAN BEKAS MENJADI POT TANAMAN YANG MILIKI NILAI EKONOMIS.


Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada Kesehatan masyarakat, namun juga memengaruhi kondisi sektor ekonomi, Pendidikan, lingkungan masyarakat dan lain sebagainya. Banyak masyarakat yang banting setir guna mencukupi kebutuhan sehari-hari. Salah satunya yang dirasakan oleh Mufad warga Desa Tanjunganyar, dari yang sebelumnya  berprofesi sebagai tenaga pengajar honorer, kini ia juga menggeluti usaha sebagai pengrajin ban bekas.” Karena Efek Pandemi covid-19 ini berdampak pada Pendidikan juga, jadi sambi saya mengajar secara online saya juga melakoni usaha ban bekas ini,” ungkapnya menceritakan usaha yang ia lakoni sekarang. 

Berkat keahliannya dalam bidang seni,kini ia semakin memantabkan tekadnya dalam menjalankan usaha yang mulai dirintis sekitar tujuh bulan terakhir. “ Ide mengubah ban bekas jadi pot ini, berawal Ketika saya sedang berkunjung kerumah saudara, melihat banyak sekali ban bekas yang tergeletak disekitar lingkungannya. Dari situlah saya mulai berpikir untuk mengelola ban bekas tersebut untuk dijadikan kreasi pot yang bernilai. ujarnya sembari membuat pola pot ban bekas

Pengerjaan pot tanaman ban bekas ini bisa ia selesaikan dalam waktu 2 – 3 hari tergantung permintaan pola hiasan pot dari konsumen. Harga pot tanaman ban bekas ini pun bervariasi, dibandrol mulai dari Rp.60.000 hingga seratus ribu lebih. “ Sempat saya mendengar dari banyak pihak, ban bekas saja kok mahal? Bukan masalah ban bekasnya, namun proses pembuatan dan tenaga yang membuat saya membandrol harga tersebut.” Terang Mufad. Dari usaha yang dirintisnya ini, ia dapat mencukupi kebutuhan keluarga kecilnya. 

Keberadaan Mahasiswa KKN RDR 77 UIN WALISONGO Semarang  ini pun turut membantu proses pengerjaan pot tanaman bekas dari usaha mufad. “ Ide usaha kreatif  yang dilakukan mas mufad ini menurut saya juga dapat menjadi kampanye dalam menyadarkan  masyarakat sekitar supaya jangan membuang sampah sembarangan dan memanfaatkannya kembali.”Kata Resti Mulyani Mahasiswa  KKN RDR 77 UIN Walisongo, Tanjunganyar, Gajah, Demak. Senin, 15 November 2021.

Selain berperan dalam pengerjaan pot tanaman bekas, ia pun juga ikut mengelola online shop dari usaha yang dilakukan mas mufad, ia juga ikut serta mempromosikan usaha tersebut di akun sosial media pribadinya. “Alhamdulillah konsumen naik dari yang awalnya satu minggu hanya 3 – 5 pot yang terjual, kini naik menjadi 10 – 15 pot yang terjual.” Imbuh Resti sembari mengecat pot. (Kel.21/Resti Mulyani/asz)

Posting Komentar untuk "MAHASISWA KKN UIN WALISONGO SEMARANG IKUT SERTA SULAP BAN BEKAS MENJADI POT TANAMAN YANG MILIKI NILAI EKONOMIS."