Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SADARI SEDARI SADAR


Tak perlu berpikir panjang, memang manusia lah satu-satunya ciptaan tuhan paling tidak jelas. Ia bisa tertawa lepas, berlagak culas, bahkan menangis yang tak pantas. Parahnya lagi, ketiga ekspresi itu juga bisa dilakukan secara berjamaah - namun, ini hanya berlaku pada mereka yang sudah mencapai tingkatan freedom intelegensia, dimana makhluk hidup yang bernama akal sudah melepaskan diri dari keterasingannya semenjak tuhan dulu meniupkannya hwuuusssss..... pada bentuk ragawi yang selama ini menjadi basis eksistensi manusia paling mendasar.

Meskipun di gadang sebagai makhluk hidup yang tak jelas, nyatanya manusia telah berkembang pesat sampai hari ini, sebagian dari mereka telah menciptakan sesuatu yang istimewa, berupa teknologi dan rekayasa genetik. Namun, ada juga dari mereka yang menciptakan sesuatu yang tak berguna, seperti halnya boneka seks - selain menghambat tumbuh kembang peredaran manusia di muka bumi, boneka seks ternyata tidak lebih pintar dari manusia tulen dalam bersikap dan berekspresi. Meski begitu, ada juga jenis manusia yang lebih menyedihkan. Merekalah yang tergabung pada barisan demi kamu aku rela mati, yaa...apa sih. Siapa sih dia yang sampai dibelain mati-matian. Cinta boleh, gendheng jangan.

Sebab itulah manusia harus terus belajar, harus mampu memahami apa fungsi organ-organ yang selama ini kita bawa kemana-mana. Nah, yang paling frontal dalam manusia menentukan eksistensinya adalah perilakunya. Sedangkan perilaku atau gerakan-gerakan tubuh hanyalah simbolisme dari apa yang dikodekan oleh akal, yang secara kebetulan tersemat dalam otak. Oleh sebab itu, akal harus dipupuk dengan cara sering membaca, refreshing (memahami lingkungan dan sesekali bersenang-senang) dan menulis.

Selain akal, ada juga makhluk hidup yang bersemayam dalam diri manusia, ia adalah hati - teman karib sekaligus musuh akal dalam beberapa kondisi tertentu. Karakteristik hati adalah ingin selalu berbuat baik, tapi jika ada kasus hati yang busuk - itu karena saking banyaknya manusia menelan sikap-sikap tak terpuji.

Konsep sadari sedari sadar adalah pangiling-iling buat manusia agar berlaku berhati-hati dalam setiap tindak lakunya. Karena musuh akal dan hati adalah nafsu. Jika ia tak terkendali maka kehidupan akan diliputi oleh penyesalan. Jika penyesalan tumbuh, jangan salahkan orang lain, apalagi menyalahkan Tuhan, bukan berarti tuhan tidak tahu apa-apa. Yaa pada intinya saru kalau menyalahkan entitas tertinggi, sedangkan kita dibekali pujian free will. Pada akhirnya yang mampu menyenangkan diri kita adalah kita sendiri, dengan cara menghargai setiap usaha yang kita kerjakan, tentu dengan penggunaan akal dan hati yang seimbang.

Nah, cara menghargai diri sendiri dengan baik adalah tidak memaksakan diri untuk selalu berbuat baik kepada orang lain. Meskipun selalu berbuat baik itu baik, tapi sebenarnya justeru tidak baik buat mental kita. Yaa.. mungkin seperti itulah kata-katanya.

(oleh: r.ruya)

1 komentar untuk "SADARI SEDARI SADAR"

  1. Sadari dirimu sendiri,tidak ada yang lebih menyadarimu selain dirimu

    BalasHapus