AIR MATA YANG TAK BERGUNA
Seseorang ketika sudah mencapai tingkat tertinggi, dalam tasawuf misalnya sudah berada pada tahap fana fii at-tauhid , atau dalam ajaran buddhisme sudah dalam keadaan atman bertemu dengan brahman. Semua ketergantungan apa yang masih mengarah kepada sesama ciptaan tuhan, adalah hal yang sia-sia dan layak dibinasakan. Hubungan manusia dengan tuhan adalah vertikal, hal tersebut mempertegas bahwa manusia hakikatnya adalah peminta-minta. Sedangkan hubungan manusia dengan makhluk lainnya adalah horizontal, yang harus saling menopang dan mengisi segala kekurangan. Namun, dengan segala keterbatasan manusia dalam berkehendak, semua konsep ini berjalan secara acak, banyak manusia yang justeru menghamba pada mereka yang kaya di dunia - lalu, apakah bisa hal demikian dianggap sebagai ketidakaturan yang telah diciptakan oleh Tuhan? bisa jadi iya, tapi juga bisa jadi enggak. Karena apa-apa yang ada di semesta ini telah berjalan sesuai peredarannya masing-masing, adapun ketidaksesuaian adalah bagian keseimbangan yang telah tuhan ciptakan kepada alam. Ada kesenangan, begitupun hadir kesedihan. Ada juga konsep baik dan buruk - semua itu wajar, khairihi wasarrihi minallah.
Kondisi yang acak inilah terkadang membingungkan sebagian manusia, karena manusia sangat lemah, akhirnya ia bergantung pada entitas yang abadi. Tapi apakah bisa dianggap manusia itu kurang ajar jika setiap hari selalu meminta kebaikan kepada tuhan? Karena manusia selalu mengganggu tuhan.
Ada dua jenis manusia yang sangat merepotkan dan juga terkadang dengan konsep yang membingungkan. Pertama adalah mereka yang datang pada tuhan ketika sedang sedih saja atau paling tidak setelah ia melakukan maksiat - diluar jam itu, ia bersenang-senang dengan yang lainnya. Tuhan hanya sebagai tempat pelampiasan ketika dosa menumpuk dan harapan kepada manusia menipis. Kan.. sangat menjancuki.
Sangat kontras dengan jenis pertama, kelompok selanjutnya ini sangat rajin sekali meminta-minta kepada tuhannya. Setiap saat ia selalu berdo'a - tak kenal waktu, tak kenal kehidupan, tak kenal orang sekitar, tapi masih ingat kalau lapar makan, do'a saja pokoknya. Ia beranggap tuhan sudah memberikan jalan kehidupan baginya. Konsep seperti itu juga sebenarnya tidak baik untuk diri kita sendiri. gak tau kalau untuk tuhan. Bisa jadi tuhan merasa gak enakan, akhirnya dibiarkan saja manusia jenis ini untuk terus berusaha meminta-minta.
Atau jangan-jangan konsep sholat 5 waktu adalah cara tuhan agar hambanya ketika meminta-minta bisa disiplin, teratur dan tidak acak? Ah, gak boleh berpikiran begitu sodara. Biar itu menjadi ketetapan tuhan, kita sebagai manusia harus tunduk, patuh dan menjalankan syariat apa yang diperintahnya. Sudah itu saja.
Selain ketidakjelasan tadi, tentu ada juga jenis-jenis manusia yang anggun - yang baik secara sosial maupun kerohanian. Mereka yang menjalankan kehidupan dengan seimbang.
Berbicara tentang manusia memang tidak ada habisnya, karena mereka adalah makhluk yang unik sekaligus tak jelas. Sampai ada sebuah fenomena dimana manusia menangis sejadi-jadinya hanya karena meminta kebaikan kepada manusia lainnya. Yaa opo sehhh. Ingatlah wahai manusia, dunia ini sudah telalu kejam, zaman sudah kembali ke peradapan primitif yang jika engkau tidak dengan sendiri mempertahankan kehidupanmu, maka engkau akan selamanya dikekang, diperbudak dan dihabisi oleh lawan-lawanmu.
Oleh sebab itu, tidak usah menangisi segala hiruk pikuknya dunia. Persiapkan masa depanmu bersama orang yang kau sayangi dan juga bersama tuhanmu dengan baik. Dan seseorang tak perlu menangisi kegagalan, karena air matanya tak berguna bagi orang lain.
(R.ruya)
Tangisan bayi sangat bermanfaat bagi ibunya
BalasHapusBayi ndak butuh tangisanmu 😄
Hapusوخلق الانسان ضعيفا
BalasHapusWajar jika manusia suka meminta kepada tuhan bukan?
Pengharapan, meminta, memohon berarti menunjukkan eksistensi tuhan dan kebutuhan manusia akan spiritualitas dalam hidupnya