KEBAJIKAN; KAMUFLASE KEBAJINGAN
Rakyat akan selalu benar, tapi tidak selalu menang. Gerakan pemerintah yang selalu meneriakkan ajakan penghijauan selalu terdengar rapi. Meski (bukan) kadangkala muncul sebagai jargon populis semata. Hal ini tentu menjadi kajian tersendiri bagi masyarakat yang mampu memahami kondisi. Mereka tetap yakin dan pasti bahwa logika akan selalu mengejar kebenaran dan kesesuaian.
Contoh perusakan tanah di negeri Wakanda tidaklah sedikit, seperti pembangunan pabrik tekstil, pabrik semen, tambang, dan banyak lainnya. Semua abdi ditanya mengaku sebagai jalan pensejahteraan rakyat (itupun yang mau bersuara). Semua itu adalah babi. Ia tahu bahwa sesuatu itu haram, tapi karena terpikat oleh enaknya seperti masturbasi, semua dirampas. Itulah tidak baiknya tanah dikuasai oleh negara. Semua akan diperlakukan sebagai objek yang mudah digauli sampai lumpuh dan mati. Padahal masyarakat jauh lebih arif dalam berdialog dengan lingkungan sekitarnya.
Hal demikian tentu rakyat tidak akan pernah diam, ia akan melawan - sampai keadilan ditegakkan atau barangkali sampai ada tawar menawar harga - meski tidak semua yang merasakan, tapi pada akhirnya semua akan diam dengan tanpa perlawanan, begitulah negara Wakanda. Segala sesuatu akan mudah ramai, begitu juga semua akan mudah lenyap dan hilang dari pemberitaan.
Sedikit menengok kembali ke masa demokrasi terpimpin dan orba di negera seberang yang sejuk dan makmur, bahwa salah satu sebab lengsernya kepala negara dari kursi kepresidenan adalah buah tangan dari mahasiswa-mahasiswa, terlepas dari ragam skandal yang beredar. Mahasiswa memiliki taji, memiliki pengaruh yang dominan bagi keseimbangan bernegara. Maka, tidak jarang kehadiran mahasiswa selalu diharapkan untuk mencapai perubahan yang dianggap baik - padanya selalu dianggap sebagai salah satu instrumen penting dalam mengurai gejolak politik dalam suatu negara.
Tapi apakah kehidupan yang kita alami selama ini tetap utuh tanpa adanya perubahan? Tentu tidak, banyak perubahan masif yang radikal. Di zaman keterbukaan informasi saat ini, semua orang telah menjadi pintar - bukan hanya orang-orang yang sekolah saja. Bahkan mahasiswa yang notabene sebagai kaum intelek harus waspada dan berhati-hati, karena sekitar mereka adalah orang-orang berpengalaman yang tanpa gelar sarjana. Mereka bisa kapan saja mengeluarkan kalimat sumpah serapah kepada beberapa intelek muda yang katanya idealis tapi tidak kritis.
Banyak pijakan mahasiswa abad ini bertindak seperti akar serabut. Suka rame-rame tapi kurang berbobot dan mudah rapuh. Meski tidak semua mahasiswa berjenis seperti ini, setidaknya merekalah yang mampu dikenali sebagai sosok mahasiswa yang suka demo sembarangan, mengganggu hak-hak orang lain di jalan. Dan apa yang mereka suarakan hanya sebatas angin lalu bagi masyarakat yang melintas di perempatan jalan raya utama, misalnya. Kecuali media yang selalu tanggap terhadap aksi-aksi heroik para mahasiswa jenis ini.
Realitas itu, memperlihatkan ketidakbecusan sistem yang dibangun oleh pemerintah. Wajar saja banyak pertentangan yang terjadi. Dan bersyukur jika pertentangan itu menghasilkan wacana yang bagus dan konstruktif terhadap penyelesaian masalah. Tapi kalau tidak kan, sayang - mereka akan secara sukarela dan bersemangat memalukan dirinya sendiri di hadapan publik dengan aksi yang kurang arif. Itulah kompleksitas dari setiap permasalahan yang ada. Selalu ada banyak pihak yang dikorbankan.
Tapi, apapun komentar masyarakat secara umum - pergerakan mahasiswa ini secara sadar hendak mendesak agar pihak pemerintah segera menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi. Mendefinisikan substansi pergerakan mahasiswa - ia harus menyebar di segala lini, bukan hanya sekedar demo aksi. Karena mereka terpelajar, maka kritislah dalam setiap mengambil keputusan. Jangan biarkan kebijakan pemerintah yang dianggap bajik, menjadi sarang bajingan para oknum yang mempermainkan negeri ini. Terus kawal sampai tuntas - meski barangkali kita tahu, bahwa kehidupan ini hanyalah hiburan untuk Tuhan. Sudah cukup lingkungan negeri ini dipersekusi.
(R.ruya)
👍🏻👍🏻
BalasHapus